Tau rasa nya
mengajar anak kecil yang kurang ajar? Anak kecil yang tidak bisa mendengarkan
perkataan orang yang umur nya lebih tua dari diri nya. aku tahu semua orang mempunyai hak asasi
sebagai manusia untuk mengeluarkan pendapat nya. tapi apa kah ini bukan kurang
jar jika harus membatah perkataan orang yang lebih tua. Dan dimana rasa hormat
nya.
Aku mengajar di
sebuah instansi swasta pimpinan ayah. Berkat keahlian ku dalam bidang menari
ayah meminta ku untuk mengajar tari tradisional di instansi nya. suatu tempat
yang kebanyakan diisi oleh anak anak di bawah umur, sekitar umur 7-12 tahun. Sebenar nya tak ada untung dalam materi
mengajar disini. Bayaran nya tak besar atau apalah yang lan. Melainkan dulu aku
juga bersekolah disini setidak nya membantu memajukan sekolah sebagai seorang
alumni.
Kadang aku
senang mengajar mereka, tapi dimana tata karma mereka semua? Kadang mereka
lebih mengatur, aku membiarkan semua waktu terserah mereka,kapan mereka mau latihan
kampan mereka mau istirahat atau apalah. Yang menjengkelkan kalau mereka tidak
bisa di atu, masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Memori otak mereka juga
tidak banyak, mungkin juga tidak terlalu berfungsi baru diingatkan sebenta satu
atau dua menit kemudian mereka akan lupa lagi.
Mereka anak-anak
yang normal, bukan anak anak yang harus diberi pengertian khusus. Mungkin mereka
anak-anak yang terlalu bebas, anak anak yang susah untuk di beri pengertian. Apa
kabar nya dengan ayah sudah mengajar bertahun tahun rasa nya? dengan berbagai
tipe anak dikelas nya. dan harus bertemu setiap hari selain hari minggu sabtu
dan hari libur lainnya.
Mungkin itulah
yang dibilang kalau sabar itu susah, contoh nya hal kecil seperti ini. Mengajar
anak anak perempuan yang umur nya masih dikatakan belia tapi tingkat nya paling
tinggi di sekolah ini harus punya kesabaran ekstra. Dan memang harus puna muka
2 di depan mereka. Menyimpan kekesalan didalam hati dan mereka tidak boleh tau,
bahkan mereka tidak mau tau.
Salut untuk
semua tenaga pendidikan di seluruh dunia khusus na di Indonesia, berkat mereka
semua terlahir sosok yang lebih baik, lebih sukses akan dari diri nya. tidak
peduli bagaimana sikap dan sifat anak didik nya, yang penting saya mengajar
mereka mengerti mereka sukses kelak.
Dan terlahir
lah seseorang yang bisa menjadi presiden, mentri, dokter, guru dan pekerjaan
lainnya yang mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar