perpisahan itu ada
berjumpa dan berpisah
saat itu, saat matahari terbenam
warna jingga kemerahan di langitan
lukisan karya tuhan yang tercipta
dengan hitungan detik matahari akan terbenam
tak ada lagi cahaya matahari
aku pun, harus berpisah dengan mu
disini, disenja ini
terakhir aku untuk melihat mu
aku sendiri, menunggu waktu
aku tak tahu, sudah berapa lama waktu berputar
aku tetap disini, melihat kau pergi
bersama senja yang pergi
story
Minggu, 03 November 2013
Senin, 05 Agustus 2013
tuhan, ini untuk mu
Sosok itu, seorang laki-laki
bertubuh tinggi, berwajah tampan yang selalu ada di setiap fikiran ku. Aku tak
tahu kenapa dia selalu ada disini, di dalam fikiran ku di dalam benak ku. Setiap
detik, menit, setiap hari nya. Waktu ini tak akan bisa dihitung. Seberapa banyak
jarum jam di dinding berputar dan selama itu aku terus melamun terbawa terbang
melayang akan diri nya.
Oh tuhan
aku tak tahu, apakah ini cinta atau Cuma satu rasa yang aneh. Tapi rasa ini
selalu ada. Di dalam otak ini di dalam hati ini. Ya tuhan aku rasa, ini rasa
sayang. Rasa sayang ku terhadap nya yang ku kenal sebagai sahabat. Apakah ini
salah satu dari takdir mu. Tapi, tuhan! Buatlah ini sesederhana mungkin. Sesederhana
tulisan ini yang aku tunjukkan untuk mu .
Semoga
curahan ini sampai, setidak nya untuk mu tuhan. Walau dia tak tahu. Tapi hati
ini lega, karna aku telah meluapkannya dalam sebuah tulisan.
i'm sorry to write this
Tubuh nya tinggi, senyumnya menawan, mata nya bersinar cerah, alis nya itu sangat-sangat menjadi cirri khas nya. hai! Ketika senyuman terukir di wajah nya yang tampan. Susunan gigi yang rapih tambah menghiasi sosok mu yang kuanggap sempurna.
Sikap nya tidak terlalu manis pada wanita, tapi itu bukan maksud dari perlakuannya. Ya! Memang aku tak kenal lama. Dan dalam waktu singkat . kami saling mencoba untuk mengenal, dia pergi. Sudah banyak cerita antara aku dengan dia. tawa itu, senyum itu, sipitan mata jika mulut nya terlalu lebar terbuka untuk melepas kebahagiaan.
Yaa... aku tidak akan pernah melupakan itu. masa-masa aku dengan dia masih bersama. Tapi sayang tuhan berkehendak lain. Hai! Apakah kamu ingat pertama kali kita bertemu di parkiran sekolah? Muka mu tak seceria setelah aku kenal. Apa kamu masih ingat saat kita berkeliling kota ini yang terik dan penuh dengan debu? Apa kamu masih ingat saat kamu mengantar aku pulang saat malam sudah larut? Ya! Saat pertandingan bola ittu! Atau saat kamu main kerumah. Kamu duduk di lantai menonton televise dan aku, tidur diatas pangkuan mu. Tapi sayang itu sudah lalu, sekarang aku hanya bisa dengar lewat suara mu, lewat rekaman itu.
Maaf aku tulis ini, tulisan ini sama sekali tidak di peruntukan untuk kamu. Setidak nya aku bisa bercerita pada kertas putih ini yang tak tahu apa-apa. Dan tinta hitam yang aku pakai, itu hanya menjadi perantara hati.
Selasa, 18 Juni 2013
jadi guru ternyata tidak enak!
Tau rasa nya
mengajar anak kecil yang kurang ajar? Anak kecil yang tidak bisa mendengarkan
perkataan orang yang umur nya lebih tua dari diri nya. aku tahu semua orang mempunyai hak asasi
sebagai manusia untuk mengeluarkan pendapat nya. tapi apa kah ini bukan kurang
jar jika harus membatah perkataan orang yang lebih tua. Dan dimana rasa hormat
nya.
Aku mengajar di
sebuah instansi swasta pimpinan ayah. Berkat keahlian ku dalam bidang menari
ayah meminta ku untuk mengajar tari tradisional di instansi nya. suatu tempat
yang kebanyakan diisi oleh anak anak di bawah umur, sekitar umur 7-12 tahun. Sebenar nya tak ada untung dalam materi
mengajar disini. Bayaran nya tak besar atau apalah yang lan. Melainkan dulu aku
juga bersekolah disini setidak nya membantu memajukan sekolah sebagai seorang
alumni.
Kadang aku
senang mengajar mereka, tapi dimana tata karma mereka semua? Kadang mereka
lebih mengatur, aku membiarkan semua waktu terserah mereka,kapan mereka mau latihan
kampan mereka mau istirahat atau apalah. Yang menjengkelkan kalau mereka tidak
bisa di atu, masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Memori otak mereka juga
tidak banyak, mungkin juga tidak terlalu berfungsi baru diingatkan sebenta satu
atau dua menit kemudian mereka akan lupa lagi.
Mereka anak-anak
yang normal, bukan anak anak yang harus diberi pengertian khusus. Mungkin mereka
anak-anak yang terlalu bebas, anak anak yang susah untuk di beri pengertian. Apa
kabar nya dengan ayah sudah mengajar bertahun tahun rasa nya? dengan berbagai
tipe anak dikelas nya. dan harus bertemu setiap hari selain hari minggu sabtu
dan hari libur lainnya.
Mungkin itulah
yang dibilang kalau sabar itu susah, contoh nya hal kecil seperti ini. Mengajar
anak anak perempuan yang umur nya masih dikatakan belia tapi tingkat nya paling
tinggi di sekolah ini harus punya kesabaran ekstra. Dan memang harus puna muka
2 di depan mereka. Menyimpan kekesalan didalam hati dan mereka tidak boleh tau,
bahkan mereka tidak mau tau.
Salut untuk
semua tenaga pendidikan di seluruh dunia khusus na di Indonesia, berkat mereka
semua terlahir sosok yang lebih baik, lebih sukses akan dari diri nya. tidak
peduli bagaimana sikap dan sifat anak didik nya, yang penting saya mengajar
mereka mengerti mereka sukses kelak.
Dan terlahir
lah seseorang yang bisa menjadi presiden, mentri, dokter, guru dan pekerjaan
lainnya yang mulia.
Jumat, 07 Juni 2013
god i don't know what i feel
Aku
tinggal disini bersama keluarga kecil ku. Dirumah ini aku tinggal berempat. Berbagi
kamar dengan sepupu perempuan ku yang kuliah dijakarta. Dulu aku berbagi kamar dengan kakak perempuan ku tapi sekarang dia
kuliah di semarang untuk menjalankan kuliah S1 nya.
Dirumah
ini banayak berbagai cerita yang terukir. Dari canda riang, obrolan enteng,
bercerita tentang kejadia sekolah, berdiskusi, sampai rasa sedih juga terukir.
Sore
ini saat aku sampai dirumahsetelah pulang sekolah. Berita buruk terdengar
ditelinga. Ibu masuk rumah sakit. Ibu mempunyai penyakit jantung setelah
melahirkan ku 17 tahun yang lalu. Bayang-bayang buruk terfikir di otak.
Hasil
laboratorium jelek. Dokter mendiagnosa harus dirawat. Dan harus di ruang icu. Mendengar
ruang icu yang terucap hal buruk itu kembai terfikirkan.
Semua
orang khawatir, sebenarnya aku merasa senang dengan rasa simpatik dan empatik
yang diberikan semua orang. Tapi hati ini tetap aja sedih, air mata terkadang
tertetes sedih. Begitu juga ibu diruangan saat aku melihat keadaannya. Ada sebutir
air mata yang jatu, punggung tangan nya mengusap.
Aku
mengantuk di depan televisi yang aku tonton sambil menunggu ayah yang kata nya
akan pulang. Ayah pulang untuk mengambil keperluan. Ada satu hal kecil, yang
sangat sepele dan hal itu membuat ayah menjadi marah. Ayah mempunyai sifat
pemarah. Ada kesalahan sedikit asti ia akan marah.
Malam
ini aku gak kuat lagi untuk mendengar omelan ayah selama ini. Dan apalagi jika
yang aku bisa hanya diam. Aku berteriak. Setidak nya mengeluarkan rasa tertahan
yang ada di dalam hati.
“ibu
lagi sakit.kenapa si harus marah-marah?capek tau gak si!” mungkin baru kata itu
yang bisa aku keluarkan. Mungkin bila aku masih bisa bertutur kata tanpa menangis
seribu kosa kata akan keluar.
Aku
sedih, air mata ini sudah tidak bisa di tahan lagi. Mengalir bersama dengan
teriakan ku. Tapi setidak nya bisa meringan kan hati. kadang aku mau
menceritakan ini kepada kakak ku yang berada di semarang. Tapi aku berfikir
ulang, kalau aku menceritakan tentang suasana rumah pasti sedikit banyak ia
akan memfikirkannya. Aku merasa kasihan. Apalagi dengan keadaan ibu yang
seperti in. Kadang aku merasa iri dengan nya, ia jarang sekali mendengar atau
merasakan suasana yang seperti ini. Ia hanya mendengar suara gembira dari
pesawat telepon.
Disuasana
yang seperti ini, suasana yang benar-benar amat tidak menyenangkan. Kamar menjadi
satu-satu nya tempat untuk mencurahkan air mata. Setidak nya setelah ini, hati
sedikit terasa lega
Kamis, 30 Mei 2013
17 th
“ciieeee siapa yang satu minggu lagi
ulang tahun?” ucap teman lama sasa yang bernama farel, laki-laki yang sudah
berteman dengan sasa dari umur mereka 5 tahun. Sampai sekarang menuju umur sasa
yang akan beranjak keumur 17 tahun yang akan datang satu minggu lagi.
Sasa merengut, seakan satu minggu
lagi itu tak pernah ada di bayangnya. Bahkan kalau banyak orang menanti untuk
bisa berumur 17 tahun ,sasa enggak pernah mau itu.
“kok gitu sih? Kan seru 17 tahunan,kita
rayain bareng ya sa?” farel mengucapkan nya dengan semangat, kebetulan ulang
tahun mereka bareng, di tanggal,bulan dan tahun yang sama. Farel 2 jam lebih
dahulu lahir dibanding sasa. Sasa menggeleng kan kepala
“kenapa?” tanya nya kecewa, kekecewaan
terlihat di bola mata nya yang gelap. Bola mata nya berkata dengan jujur.
“buat apa rel, kalau orang yang gue
sayang gak bakal dateng.”
Tiga tahun yang lalu, sasa bertemu
dengan seorang laik-laki yang pertemuan nya tidak sengaja. Mungkin ini yang nama
nya jodoh, tiga bulan dekat dengan nya kata cinta sudah meluncur dari bibir
tipis cowok itu. nama nya risyad. Rasa percaya mendasari semua nya. kata ‘iya’
keluar dari mulut sasa tanpa pikir panjang.
Di tengah perjalanan hubungan, di
saat sasa dengan risyad sedang menjalin hubungan. dengan perjalinan kasih yang
mulus suatu badai menerpa. Risyad harus pindah ke belanda. Ikut dengan ke dua
orang tua nya yang mendapat tugas bekerja di negeri kincir angin. Suatu
hubungan jarak jauh harus mereka lalui. Gangguan komunikasi menjadi kendala,
perbedaan waktu selama enam jam juga menjadi salah satu kendala. Hubungan mereka
selama beberapa bulan belakangan hanya
melalui sebuah chatting, media social, atau skype.
Perbedaan waktu yang cukup lama
menjadi salah satu masalah yang lumayan cukup besar. Salah satu dari mereka
harus ada yang ngalah nahan kantuk nya kalau lagi mau skype. Missal nya aja di
Indonesia jam satu malam sedang kan di belanda jam 7 pagi, sasa harus bergadang
hanya buat ngelepasin rasa rindu. Risyad sering telpon sasa antara pukul 22:00
sampai pukul 01:00 dini hari. Karna hanya waktu itu yang bisa mereka gunain
buat telponan.
Beruntung, kali ini risyad ngajak
skype dengan waktu yang lebih awal. Rasa senang sasa rasain, karna sasa gak
perlu bergadang malam ini buat ngobrol sama orang yang ada di benua lain.
Percakapan mereka berlangsung cukup lama. Dari pembicaraan risyad tersyirat ada
sesuatu yang ia sembunyikan. Lama dari pembicaraan, risyad merujuk pada suatau
topic pembicaraan.
“din kayak nya aku gak bisa balik
deh ke Indonesia ”
“oh ya?kenapa?” tanya sasa, mencoba
dengan suara yang sedatar mungkin.
“mama gak ngizinin, maaf ya”
“oh gitu, terus kira-kira kapan bisa kesini?” tanya
sasa lagi, mencari bahan omongan lain.
“masih gak tau, kamu mau titip apa
kalau aku balik nanti?”
“enggak ada.”
Pembicaraan itu terasa tak ada guna
nya. karna, setelah pembicaraan itu tak ada kabar baik yang sasa dapat. Bayang-bayang
saat ulang tahun yang ke 17 ada pacar yang bawa kue datang kerumah saat jam
12:00 malam sirna sudah. Jangan kan berfikiran buat ngerancanain acara ini itu,
liat tanggal lahir nya saja di kalender zonk banget.
Salsa sedih, kecewa. Risyad yang
telpon lebih awal ternyata tidak juga membuat sasa tidur lebih awal. Sasa
bergadang semalaman, menangis di keheningan malam. Hampir satu tahun lebih
risyad pergi ke belanda. Dan selama jenjang waktu tersebut mereka hanya bertemu
satu kali. Itu pun dengan waktu yang sebentar.
Rasa kangen nya ke risyad Cuma busa
ia keluarkan lewat tangisan malam ini. Semalam kuntuk sasa mendekap wajah nya
diatas bantal. Diselubungi selimut tebal. Farel, teman cerita nya, sasa sedikit
kefikiran untuk menelpon farel. Tapi ,saat sasa menengok jam, sudah menunjukkan
pukul 01:00 dini hari.
Saat sasa bertemu dengan farel
keesokkan pagi nya, farel tidak sadar kalau teman kecil nya menangis semalaman.
Malah menanyakan tentang acara yang akan mereka buat. Pertanyaan farel sedikit
membuat sasa menjadi geram. Ditambah lagi farel terus bertanya-tanya tentang
acara apa yang akan mereka lakukan untuk merayakan ulang tahun yang kebetulan
berbarengan.
“risyad gak bisa balik rel, males
deh jadi nya.”
“yaelah gak papa sa” jawab nya
enteng. Sasa menggeleng. Menambah cemburut diwajah nya
Seminggu kemudian, hari ulang tahun
itu tiba. risyad menjadi orang pertama yang mengucapkan ke sasa. disusul farel,
sasa balik mengucapkan selamat ke farel atas hari ulang tahun nya yang ke tujuh
belas.
“sa, temuin gue di tempat restoran
biasa ya” sebuah bbm masuk ke handpone sasa dari farel setelah ucapan selamat
di atas nya.
Sasa pergi ke restoran tempat sasa
dengn farel makan bareng. Restoran ini menjadi tempat favorit mereka setelah
tempat-tempat yang lain nya. tapi batang hidung farel belum terlihat. Kali ini
farel datang terlambat. Tidak seperti biasa nya, farel selalu datang tepat
waktu. Sasa menunggu dengan bosan, memainkan hadpone nya menunggu kedatangan
farel.
“happy birthday sasa, happy birthday
sasa,happy birthday happy birthday happy birthday sasa” lagu itu teralun pelan
dari suara yang udah gak asing lagi di telinga sasa. Suara itu sudah di kenal
sasa dari 12 tahun yang lalu.
Wajah sasa riang, melihat kebaikan teman nya membawakan kue yang
diatas nya bertuliskan ‘selamat ulang tahun sahabat kesayangan’. Seketika sasa
lupa akan ketidak hadiran pacar nya di hari ulang tahun nya kali ini. Farel
yang perhatian kepada nya padahal hari ini juga berulang tahun membuat dinda
merasa sangat senang dan merasa tidak enak hati. farel rela membawakan kue
untuk sasa, dan sasa gak bawa apa-apa yang bisa di kasih buat farel. Senyuman
bahagia terukir di wajah sasa yang oriental.
“kita videoin ya sa nanti kita kasih ke risyad” --- sasa mengangguk
setuju
“wish dulu dong sa, sebelum tiup lilin”
“ohiya, doa gue moga panjang umur,sehat,dikasih yang terbaik sama
tuhan, sama moga-moga risyad balik ya ke Indonesia. By the way makasih farel
sahabat kesayangan” Sasa meniup dua liin kecil yang ada di hadapannya. Semoga
asap dari lilin itu sampai bersamaan dengan doa sasa untuk tuhan.
Farel dengan sasa pulang kerumah, kali ini farel ikut sasa kerumah
nya karna mama sasa sudah menyiapkan hidangan makanan untuk farel dan sasa
serta keluarga yang lain nya. acara ini selalu di lakukan setiap tahun, sekedar
membaca doa kecil untuk anak nya. dan selalu ada farel di samping kursi duduk
sasa.
Sesampai nya mereka dirumah, orang-orang rumah serta keluarga yang
lain sudah berkumpul bersama. Kehangatan di hari itu menghibur hati sasa.
Mereka duduk di meja makan bundar yang berukuran besar. Mereka duduk
mengelilingi. Doa dipanjatkan sebelum makan dimulai. Ramah tamah diantara
mereka menyenangkan suasana.
Seseorang di depan sana, tidak termasuk orang-orang yang duduk
berkeliling. Sesosok manusia yang sangat-sangat sasa kenal tapi sekitar 12
bulan yang lalu sasa tidak pernah bertemu orang itu. orang itu membawa sebuah
kue ulang tahun di atas tangan nya. ia berdiri tersenyum kepada sasa. Tujuh
belas lilin kecil yang menyala di atas kue nya. memancarkan sinar lilin ke
wajah nya.
Seseorang yang bertubuh tinggi, memakai baju berkerah o berwarna
hijau. Ingin rasa nya sasa memeluk tubuh orang itu. risyad datang ke Indonesia
tanpa sepengetahuan diri nya. mungkin pembicaraan di telpon beberapa waktu lalu
merupakan bagian dari rencana nya. senyum lebar makin menghiasi wajah sesa.
Rasa senang, gembira sudah semua nya terasa di reluung hati nya.
“kenapa kamu bohong kemarin?”
“happy sweat seventeen honey”
kecupan kecil risyad berikan untuk sasa di kening nya.
Kamis, 16 Mei 2013
did you know?
Tahukan kamu apa rasa nya mencinta tanpa dicinta kembali ?
Tahukah kamu apa rasa nya jika rasa ini hanya sebuah
harapan?
Tahukan kamu apa rasa nya mencintai orang tapi hanya lewat
bayangan?
Tahukah kamu apa rasa nya jika itu hanya harapan palsu?
Tahukan kamu apa rasa nya jika kamu mencintai ‘dia’ bukan
aku?
Tahukah kamu apa rasa nya melalui hari tanpa ada seorang
pun?
Tahukah kamu apa rasa nya menunggu?
Tahukah kamu apa rasa nya jika aku yang merasakan ini semua,
mungkin tak sendiri, ada beberapa orang lain yang merasakan pula.
Tahukah kamu? Bahwa nanti kamu akan merasakan.
Langganan:
Postingan (Atom)